Kesejahteraan Buruh & SKB 4 Menteri

18 12 2008

Buruh

Kaum Buruh

Tonggak Perusahaan Yang Hidup Di Bawah Standard

Buruh adalah golongan masyarakat menengah ke bawah yang menggantungkan hidupnya pada pabrik atau perusahaan tempatnya bekerja. Buruh merupakan salah satu pekerjaan yang banyak digeluti oleh masyarakat selain pekerjaan di bidang pertanian. Buruh menjadi tonggak berjalannya produksi barang dan jasa di sebuah pabrik atau perusahaan. Kesejahteraan mereka sangat tergantung dari kelangsungan produksi pabrik atau perusahaan. Kaum buruh hidup dengan gaji yang pas – pasan sesuai dengan standard upah minimum pekerja (UMP). Namun, UMP tiap daerah berbeda – beda sesuai dengan kondisi  perekonomian di sebuah daerah sehingga ditetapkanlah standard upah minimum regional (UMR). UMR sendiri ditetapkan berdasarkan perhitungan kebutuhan hidup minimum yang harus dipenuhi selama 1 bulan. UMR yang ditetapkan khususnya untuk wilayah – wilayah di Jawa Timur berkisar antara 700.000 – 900.000 rupiah. Meskipun UMR telah ditetapkan, faktanya masih ada pengusaha sebagai pemilik pabrik atau perusahaan memberikan UMR dibawah standard minimum tersebut. Buruh sebagai kaum yang lemah tidak dapat berbuat apa – apa. Mereka tidak bisa menuntut banyak dari para pengusaha. Karena jumlah angkatan kerja saat ini selalu lebih banyak dari pada jumlah lowongan kerja. Sehingga, mau tidak mau mereka harus tetap bertahan di sana jika tidak mau dikeluarkan dari tempatnya bekerja dan harus mencari pekerjaan lain yang saat ini semakin kompetitif. Umumnya kehidupan kaum buruh ini sangat sederhana dan jika melihar dari UMR memang jauh dari kecukupan untuk memenuhi kehidupan selama sebulan. Apalagi jika mereka telah memiliki keluarga yang harus diberi penghidupan.

Dengan kehidupan seperti yang digambarkan di atas, kaum buruh merasa bahwa ketidakadilan menimpah mereka ketika surat keputusan bersama (SKB) dikeluarkan pada 22 Oktober 2008 oleh 4 menteri, yaitu Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, dan Menteri Dalam Negeri. Pada pasal 3 SKB tersebut tertulis, ”Gubernur dalam menetapkan upah minimum agar tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional”. Pasal ini dianggap oleh kaum buruh membuka pintu bagi para pengusaha untuk memberikan upah minimum yang lebih murah lagi di tengah krisis keuangan yang sedang melanda dunia. Beberapa hari setelah dikeluarkannya SKB tersebut, banyak terjadi demonstrasi menentang SKB dan meminta SKB tersebut segera direvisi oleh pemerintah. Menurut mereka SKB 4 menteri bukan berpihak pada kaum buruh tetapi lebih memihak kepada para pengusaha.

Di sisi yang lain Menteri Perindustrian, Fahmi Idris menyatakan bahwa SKB 4 menteri tersebut bermaksud agar terjadi kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan buruh untuk bersama – sama memikul dampak krisis keuangan dunia guna menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang besar dan berdampak pada kian mundurnya perekonomian nasional. Menanggapi pernyataan tersebut, kaum buruh menyatakan  bahwa mereka juga memahami kondisi krisis global saat ini tetapi masih ada solusi lain untuk mencegah terpuruknya ekonomi negeri ini dan gulung tikarnya pabrik atau perusahaan dengan memberikan kemudahan bagi para pengusaha, seperti efisiensi birokrasi untuk perusahaan termasuk pemangkasan pajak. Dengan banyaknya aksi yang menentang SKB 4 menteri, pemerintah akhirnya pada 28 November 2008 menyetujui permintaan buruh untuk merevisi SKB 4 menteri tentang kenaikan upah buruh yang tidak boleh melebihi pertumbuha ekonomi daerah setempat. Keputusan tersebut diambil untuk mempertahankan daya beli buruh dalam menghadapi dampat krisis ekonomi global.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: