Syumuliyatul Islam

20 12 2008

Kajian Islam Kontemporer (Ustadz Musholli)

@ PPSDMS Nurul Fikri Regional 4 Surabaya

Kajian Islam Kontemporer

Pemahaman Islam Yang Integral

Rukun Iman, Rukun Islam, Dan Rukun Ihsan

Kajian Islam kontemporer dimulai dengan tilawah bersama – sama dengan membaca QS. An-Nisa : 58 – 62. Materi yang disampaikan kali ini bertema “Syumuliyatul Islam” yang dalam bahasa Indonesai memiliki arti “Kesatuan Islam”. Sambil mereview materi kajian Islam kontemporer bulan September, pak Musholli menyatakan bahwa saat ini kaum mulimin menjadi sub – struktur di tengah negara – negara maju yang menjadi super – struktur global. Brain Drain  adalah salah satu penyebabnya. Brain Drain adalah pelarian kaum intelektual dari dunia muslim menuju ke negara maju. Brain Drain dipengaruhi oleh 2 faktor :

  1. faktor penarik, negara tujua menawarkan kesempatan yang besar bagi kaum intelektual untuk lebih berkembang.
  2. faktor pendorong, negara asal menghambat perkembangan kaum intelektual.

Namun, ada satu tokoh intelektual muda Indonesia yang patut ditiru. Dia adalah Dr. Warsito yang telah memiliki hak paten di AS dan Jepang. Beliau melakukan penelitian tentang topografi 3D yang mengalahkan hasil penelitian ilmuan lain di AS dan Jepang. Namun, dia tidak mau pindah ke luar negeri dan tetap melanjutkan penelitiannya di Indonesia meskipun dengan fasilitas yang amat terbatas.Penyebab lain dari dunia Islam yang telah menjadi sub – struktur adalah perbedaan maghzab. Bisa dilihat bahwa perpecahan di negara – negara Islam saat ini adalah karena perbedaan maghzab tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman yang integral terhadap ajaran Islam. Ajaran Islam dapat dianalogikan dengan sebuah bangunan. Pondasinya adalah rukun iman, tiangnya adalah rukun Islam, dan atapnya adalah rukun ihsan. Rukun yang terakhir jarang ditersentuh dalam pembahasan Islam oleh para ulama. Padahal, rukun ihsan adalah implementasi ibadah pada kehidupan sehari – hari. Rukun ihsan adalah beribadalah seolah – olah kamu melihat Allah, jika tidak dapat maka sesungguhnya Allah melihatmu, itulah arti ihsan yang diungkapkan dalam sebuah Hadits. Hal – hal yang dapat membuat seorang muslim tampil ihsan profesional :

  1. memiliki talenta yang bagus : konstruktif, open mind, obyektif, trust, ramah
  2. menguasai tools (alat yang menunjang).

Materi diakhiri dengan menyampaian Islam sebagai manhaj. Manhaj memiliki arti pedoman hidup. Islam sebagai pedoman hidup memiliki 3 sifat pokok :

  1. manhaj yang komprehensif
  2. manhaj yang seimbang
  3. manhaj yang memudahkan.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: