Basic Self-Leadership & Mind-Setting (2)

9 01 2009

Self-Development Training (Bapak Arif Munandar)

@ PPSDMS Nurul Fikri Regional 4 Surabaya

Evan’s Blog - TPD PPSDMS Reg 4 Surabaya

Training pengembangan diri kali ini melanjutkan materi training pengembangan diri bulan September yang belum selesai dibahas. Training diawali dengan evaluasi bulanan regional 4 Surabaya. Pak Arif menegaskan kembali tugas peserta PPSDMS dalam aktualisasinya di kampus adalah menyiapkan diri dan menjadi pemimpin yang terbaik untuk bersaing dengan aktivis kampus lainnya. Peserta PPSDMS adalah peserta PPSDMS yang mendapat amanah untuk berkuliah di ITS atau UNAIR. Evaluasi juga dilakukan terhadap kepengurusan di asrama. Sebagian besar kegiatan saat ini masih dihandle oleh manajer asrama. Pak Arif berharap agar sebagian besar kegiatan dihandle oleh pengurus, sedangkan manajer memiliki tugas untuk pengembangan PPSDMS ke luar.

Menginjak ke materi, ada pola pikir tentang perubahan yang umum diyakini tetapi tidak benar dan kontradiktif. Pola pikir tersebut adalah mengenai :

a).      perubahan membawa kita memasuki area ketidakpastian

padahal kita berubah atau tidak, dunia memang penuh dengan ketidakpastian

b).      apa yang terjadi jika kita berubah dan gagal

padahal jika kita berubah mungkin berhasil mungkin gagal, tetapi jika kita tidak berubah bisa kita pasti gagal

c).      kita sulit berubah jika lingkungan tidak berubah

padahal lingkungan hanya akan berubah jika kita berubah

d).      target perubahan yang ditetapkan adalah beban berat

padahal jika kita tidak berubah, beban yang harus kita tanggung justru akan menjadi lebih berat lagi

e).      berubah membutuhkna waktu yang lama

perubahan terjadi seketika pada saat kita mengubah pola pikir.

Lalu bagaimana dengan orang yang takut berubah ? Orang tersebut akan memasang dinding berlapis – lapis, bahkan ketika yang ditakuti itu tidak terbukti ada, dia tidak dapat berbuat apa – apa karena dia sudah terkurung dalam penjara berlapis dalam pemikirannya. Jadi, jika kita ingin berubah, mulailah merubah pola pikir kita. Jangan pernah menyediakan ruang bagi otak kita untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan bisa atau tidak tantangan ini dikerjakan ? Karena pikiran kita cenderung akan memilih jawaban yang lebih mudah yaitu tidak bisa dikerjakan.

Salah satu kekuatan besar yang dimiliki oleh seseorang adalah kekuatan untuk membuat keputusan. Keputusan dapat memberikan pengaruh luar biasa terhadap usaha kita guna mencapai tujuan. Seperti halnya cerita Thariq bin Ziyad. Sebelum berperang dia membakar kapal perang yang dapat membawa mereka pulang. Dengan demikian seluruh pikiran dan tenaga akan terfokus pada satu hal yaitu bagaimana caranya untuk menang karena tidak ada lagi kapal yang bisa membawa mereka lari ketika mengalami kekalahan.

Dalam pikiran ada 2 hal yang mempengaruhi keinginan untuk berubah. 2 hal tersebut adalah perasaan pleasure (senang) dan pain (sakit). Untuk itu tulislah hal – hal yang menyenangkan jika kita berhasil berubah dan hal – hal yang menyakitkan jika kita tidak berubah. Lihatlah tulisan tersebut setiap kali kita ingin berubah. Tulisan itu akan memotivasi kita untuk melakukan perubahan. Karena pikiran kita cenderung untuk mendekati hal – hal yang menyenangkan dan menghindari hal – hal yang menyakitkan.

Setelah keinginan untuk berubah itu muncul lalu bagaimana dengan strategi kita untuk melakukan perubahan ? Ingat ! Pemimpin itu konsisten dalam visi tetapi fleksibel dalam strategi. Jadi, ketika 1 strategi yang kita terapkan gagal jangan takut untuk mengubah strategi. Adapun langkah – langkah yang dapat kita lakukan untuk melakukan perubahan adalah :

a).      naikkan standard. Good is the enemy of the great, Since good is not good enough.

b).      bunuh keyakinan negatif yang membatasi

c).      ubah strategi.

Apakah kita telah membuat keputusan tentang diri kita ?

a).      Menjadi seperti apakah kita ketika berusia 20, 40, dan 60 tahun ?

b).      Kita ingin wafat seperti apa ?

c).      Setelah wafat, kita ingin dikenang seperti apa ?

3 hal ini dapat mengukur  sejauh mana keputusan telah kita buat dalam hidup kita. Buatlah keputusan itu saat ini dan lakukan sekarang juga. Jangan terlalu banyak berpikir dan menimbang. Take Action !

Pada bagian terakhir, pak Arif menjelaskan tentang 5 areas of personal mastery yang terdiri dari :

a).      Emosional mastery

b).      Physical mastery

c).      Relationship mastery

d).      Financial mastery

e).      Time mastery

Saatnya bergerak. Pemimpin tidak pernah berhenti berbicara dan berbuat. Bagi pemimpin peribahasa “diam adalah emas” tidak berlaku. Pemimpin bukan memberi contoh, tetapi menjadi contoh.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

2 responses

4 09 2009
pkk jogja

Wah… artikel yang bermanfaat…

Salam kenal.

27 09 2009
EVAN

@ PKK
Salam kenal juga.
Terima kasih atas komentar & kunjungannya ya. Semoga Bermanfaat. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: