Ragam Media & Jenis Artikel

9 01 2009

Training Jurnalistik (Bapak Sapto Waluyo)

@ PPSDMS Nurul Fikri Regional 4 Surabaya

Evan’s Blog (Bapak Sapto Waluyo - Studi Pustaka & Training Jurnalistik)

Training jurnalistik bulan September adalah training jurnalistik yang pertama kali diadakan. Pada training jurnalistik ini dijelaskan bahwa salah satu tujuannya adalah agar peserta dapat menulis kreatif serta mampu mengelola perpustakaan asrama di regional masing – masing. Sebelum masuk ke materi, bapak Sapto menyampaikan tentang pentingnya membaca buku dan menulis. Keduanya saling berhubungan satu sama lainnya. Setiap kutipan yang diucapkan seseorang ketika berdiskusi memperlihatkan apa yang dibaca. Begitu pula dengan tulisan, setiap tulisan dapat mencerminkan jenis buku apa yang sering dibaca oleh penulis. Selanjutnya, bapak Sapto memberikan materi tentang “Ragam Media dan Artikel yang Layak Terbit”. Dalam penjelasannya, Beliau mereview tentang sejarah media tulis. Mailing List pertama yang dibuat oleh orang Indonesia berjudul “Apa kabar Indonesa” pada tahun 1997. Mailing list tersebut dibuat dengan dibiayai oleh orang Australia. Adapun portal online pertama di Indonesia adalah “detik.com” yang dikembangkan pada tahun 1999. Ragam media dan artikel yang layak terbit diantaranya adalah :

a).      surat kabar

b).      majalah

c).      media online

d).      jurnal ilmiah.

Bercerita tentang jurnalistik, pak Sapto mengatakan bahwa jurnalisme pertama berasal dari protes terhadap senat Yunani yang tidak konsisten. Sedangkan, dalam Islam, jurnalisme pertama berasal dari penyusunan kitab suci Al-Qur’an dan periwayatan Hadits Rasulullah SAW. Dalam pembahasan tentang artikel, pak Sapto menerangkan bahwa artikel dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :

a).      artikel berita (hard news) yang bersifat deskriptif

b).      artikel khas (soft news) yang bersifat naratif atau menceritakan dengan lebih mendalam

c).      artikel opini yang bersifat argumentatif

d).      karya fiksi yang bersifat imaginatif.

Dalam setiap surat kabar biasanya ada redaktur yang memberikan pandangannya terhadap permasalahan yang sedang hangat. Kecenderungan redaktur dapat dilihat baik di rubrik iklan maupun di bagian editorial. Jika sebuah surat kabar halamannya dipenuhi dengan iklan, bisa ditarik hipotesis awal bahwa surat kabar tersebut mempunyai kecenderungan untuk mendapatkan keuntungan dari space iklan untuk komersial.

Dalam training ini, pak Sapto juga menyampaikan langkah – langkah dalam menulis sebuah artikel opini, yaitu :

a).      tentukan tema

b).      uraikan dalam pokok – pokok pikiran

c).      tentukan pendapat yang akan dipertahankan

d).      format yang diinginkan (ilmiah / populer)

e).      tambahkan referensi pendapat pengamat lain

f).      edit ulang substansi dan formatnya hingga mantap

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: