Manajemen Sebagai Paradigma Berpikir (Performance, Achievement, & Satisfaction) Bagian 1

27 01 2009

Self-Development Training (Bapak Arif Munandar)

@ PPSDMS Nurul Fikri Regional 4 Surabaya

Evan’s Blog - TPD PPSDMS Reg 4 Surabaya

*      Paradigma berpikir : jika aku kuliah di jurusan Teknik Informatika, aku akan menggunakan ilmu itu bukan hanya sebagai teknik menyelesaikan problem di bidang itu saja, tetapi juga di semua bidang kehidupan sebagai sebuah filosofi.

*      Kuliah itu ibarat “simulasi”.

*      An Inspiring Verse – 1 (QS. Ali – Imran : 110)

*      Paradigma disebut sederhananya sebagai persepsi. Paradigma itu seperti kacamata.

*      “Pada setiap persimpangan di jalan setapak menuju masa depan, tradisi telah menempatkan 10.000 penjaga untuk mengamankan masa lalu.” By : Materlink

*      Paradigma ada 2 macam :

Pengulangan (repetitive)

  • tidak punya tujuan
  • akrab dengan pekerjaan
  • jalan di tempat
  • sama dengan kemarin
  • bekerja sekedar untuk hidup
  • kesenangan (temporarly outside).

Berkembang (growth)

  • selalu dengan tujuan baru
  • bergairah
  • produktivitas tinggi
  • setiap hari adalah berbeda
  • bekerja sebagai tantangan
  • kebahagiaan (satisfaction).

*      Hiduplah dengan “santai” : nikmati 100%, nikmati setiap detik, bayangkan detik itu adalah yang terakhir dalam hidupmu.

*      Perbedaan proses unlearning vs learning :

  • unlearning : mencabut paradigma lama hingga ke akar – akarnya
  • learning     : menanam paradigma baru.

*      By : Rowan Gibson – futurology

Where do we go next ?

“Today, the winners will be those

Who stay ahead of the curve,

Constantly redefining their corporation,

Creating new market, blazing the trails,

Reinventing the competitive rules,

Challenging the status quo.”

*      Manajemen lebih merupakan “mahluk praktis” dari pada “mahluk teoretis”.

*      Manajemen harus memenuhi kriteria –  kriteria sebagai berikut :

  • proses
  • logis dan sistematis
  • ada predetermined goal
  • memanfaatkan sumber daya yang ada
  • secara efektif dan efisien.

*      Manajemen akan lebih mudah dipahami dengan memahami mismanajemen. Mismanajemen memenuhi kriteria – kriteria sebagai berikut :

  • pragmatis atau instan
  • tidak dapat dijelaskan
  • tujuan tidak diset-up dari awal
  • tidak memberdayakan resource
  • tidak efektif dan tidak efisien.

*      Ingat…! Kata “kalau” dan “seandainya” haram hukumnya dalam manajemen.

*      Tips – tips manajemen kegiatan yang harus dilakukan pada satu waktu yang sama untuk para aktivis :

  • urgensi
  • prioritas
  • First In First Out (FIFO) komitmen
  • pendekatan kepada pihak lain
  • buatkan solusi pengganti
  • sediakan waktu untuk menjadi bagian meskipun bukan prioritas
  • perlu keterbukaan, jangan konfrontatif.

*      Membuka persepsi agar obyektif sesuai dengan QS. Al – Baqarah : 205. Gunakan cinta dan benci dengan kriteria Allah dan gunakan cinta dan benci sekedarnya saja.

*      Dalam dunia nyata dikotomi manajer dan leader itu tidak ada.

*      Leader memanfaatkan manajemen secara efektif.

*      Pendekatan Planning, Organizing, Actuating, Controling (POAC) sudah tidak sesuai lagi karena merupakan kata benda yang berarti bersifat statis.

*      Pendekatan yang lebih tepat saat ini adalah Plan, Do, Check, Act (PDCA). Pendekatan ini bersifat iteratif.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: