Perkembangan Teknologi Perkeretaapian Belum Dapat Diimplementasikan Sebagai Upaya Untuk mengatasi Permasalahan Transportasi Indonesia

27 01 2009

Evan’s Blog (Kereta Api Indonesia)

Transportasi merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat dewasa ini. Hal ini dikarenakan transportasi memberikan kemudahan dalam setiap aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, mengantar keluarga, hingga berlibur. Tak heran jika semakin maju suatu negara, semakin baik kualitas sarana transportasi yang dimiliki. Bila di Perancis ada Pesawat Concorde, maka di Amerika Serikat ada Pesawat Airbus. Sarana-sarana ini ditujukan agar masyarakat lebih mudah lagi dalam beraktivitas sehari-hari.

Kereta api adalah salah satu sarana transportasi utama yang banyak dipilih oleh masyarakat. Kereta api dipilih karena harga tiketnya relatif lebih murah dari pada pesawat terbang. Pada tanyangan di televisi diperlihatkan bahwa banyak penumpang yang bepergian ke luar kota hanya untuk bekerja. Dan hal inilah yang mendasari mengapa Pemerintah DKI Jakarta menyediakan kereta api listrik (KRL) yang melayani rute Wilayah Jabodetabek. KRL ini ternyata sudah lama keberadaannya di negara-negara maju. Hingga akhirnya pemerintah di sana menambahkan kereta supercepat untuk penumpang yang bepergian dari satu kota ke kota lain dalam interval waktu yang singkat. Sebagai contoh di Jepang ada kereta Shinkansen yang dalam Bahasa Indonesia artinya peluru dan di Perancis ada TGV.

Kemajuan perkeretaapian di negara-negara maju masih belum dicontoh oleh Indonesia. Hal ini terjadi karena banyak sekali masalah perkeretapian yang belum dapat diselesaikan dengan baik oleh pemerintah. Salah satu masalah yang masih dihadapi oleh perkeretaapian Indonesia ialah masalah penjualan tiket. Seperti yang kita ketahui, penjualan tiket di loket stasiun seringkali menimbulkan antrean panjang sampai berdesak-desakan. Bagi sebagian calon penumpang, masalah tersebut tentu saja membuat mereka merasa kurang nyaman. Sebenarnya, masalah tersebut telah memiliki beberapa solusi, yakni pemesanan tiket pada hari sebelum keberangkatan. Namun, dalam kenyataannya antrean juga masih panjang. Selain karena pelayanan loket yang lambat, jumlah armada kereta api yang ada pun masih kurang, hal ini juga masih berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih berpikir pragmatis, ingin mendapatkan semuanya dengan cara instan.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: