Belajar Dari Kesuksesan Islamisasi Negara Turki Sekuler

10 02 2009

Evan’s Blog (Islam Di Turki)

Sejak tahun 1996, telah terjadi pertarungan sengit antara kubu Islam dan kubu sekuler di Turki. Hal ini ditandai dengan keberhasilan Partai Islam Refah yang dipimpin oleh Necmettin Erbakan sebagai pemegang kekuasaan. Selama berkuasa, Refah sangat menghormati ideologi sekuler negara Turki modern yang telah ditanamkan oleh Mustofa Kemal Ataturk sehingga tidak sampai merusak tatanan demokrasi negara tersebut. Begitu juga saat ini, keberhasilan itu pula yang ditunjukkan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin oleh Recep Thayyeb Erdogan. Erdogan dapat menarik simpati rakyat Turki dan berkuasa melalui mekanisme konstitusional dan demokratis. Langkah ini sangat kontras dengan peristiwa pertumpahan darah yang kerap mewarnai kehidupan politik negara Arab & Islam lainnya.

Sebenarnya, dalam gerakan yang diusung Islam Turki untuk menciptakan perubahan, terdapat 2 macam strategi yang dapat dipilih :

Strategi yang pertama adalah strategi Islamisasi dari bawah ke atas. Strategi ini menggunakan pendekatan perubahan dari dalam dengan melancarkan aksi Islamisasi secara intensif atas sektor tertentu yang dianggap berpengaruh kuat. Strategi inilah yang digunakan oleh gerakan An-Nur, gerakan Sulaimaniyah, serta sejumlah kelompok sufi. Begitu pula dengan partai politik seperti Partai Refah, Fadhilah, dan AKP. Dalam pandangan strategi ini, pergerakan Islam harus jauh dari logika revolusi frontal dan harus berorientasi pada pencapaian jangka panjang. Tujuan utama pergerakan mereka adalah menciptakan pembangunan sosial yang Islami di tengah masyarakat Turki yang dianggap sangat sekuler. Landasan teologis mereka adalah pandangan bahwa Al-Qur’an menganjurkan perubahan secara bertahap dimulai dengan perubahan pada satuan terkecil yaitu tiap individu hingga satuan terbesar yaitu negara Turki itu sendiri. Kelompok-kelompok tersebut berusaha memperkuat eksistensi mereka terlebih dahulu baru kemudian mengaktualisasikannya kepada masyarakat dengan memanfaatkan media informasi modern. Dalam strategi Islamisasi dari bawah ke atas ini juga terbagi lagi menjadi 2 persepsi. Persepsi pertama adalah berusaha mengambil alih kekuasaan secara konstitusional dan menanamkan falsafah politik Islam ke dalam sistem politik Turki. Partai Refah hingga AKP cenderung menganut persepsi pertama ini. Sedangkan, persepsi kedua adalah berusaha melakukan interaksi politik dengan partai-partai sekuler dengan asas saling memberi manfaat dan menjadi unsur penekan Islamisasi dari dalam. Gerakan An-Nur, Sulaimaniyah, dan kelompok sufi cenderung menganut persepsi kedua ini. Tujuan utama perjuangan mereka adalah mengembalikan nilai-nilai tradisional Islam ke dalam kehidupan budaya, sosial serta membangun masyarakat Muslim yang berakhlak mulia. Mereka pun berkeyakinan bahwa jika tujuan utama tersebut tercapai, akan dapat membuka jalan terciptanya sistem politik baru yang berdasarkan hukum Islam.

Strategi yang kedua adalah strategi Islamisasi dari atas ke bawah. Strategi ini menggunakan pendekatan revolusi melalui aksi kekerasan serta politisasi kelompok-kelompok keagamaan tradisional dengan cara melancarkan aksi terorisme dan konspirasi. Strategi inilah yang digunakan oleh kelompok minoritas yang terpengaruh oleh kesuksesan revolusi Iran pada tahun 1979. Dalam pandangan strategi ini, negara Islam tidak akan dapat berdiri tanpa adanya konfrontasi dan berjihad serta rela mati syahid. Kelompok minoritas yang menganut strategi ini adalah Hizbullah Turki, IBDA-C, dan kekuatan Islam radikal lainnya.

Sementara itu dalam implementasinya, pergerakan Islam dengan strategi pertama lebih banyak digunakan. Impelementasi pergerakan Islam dilakukan dengan menyusupkan kader-kader ke dalam tubuh lembaga-lembaga sipil negara, swasta, militer, dan kepolisian. Pembentukan kader ini sudah mulai terlihat ketika terbentuknya koalisi Partai Salamah membentuk pemerintahan pada tahun 1974. Sejak saat itulah lembaga-lembaga sipil negara telah diwarnai oleh kader-kader gerakan Islam yang berhasil memegang sejumlah departemen pada kabinet koalisi. Kebijakan ini membuat ambruk koalisi pimpinan Perdana Menteri Bulent Ecevit pada 18 September 1974. Dia mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Turki yang menyatakan tidak mungkin bila dia membantu Partai Salamah mengambil alih kekuasaan. Namun, Partai Salamah tidak menyerah. Pada koalisi front nasional pertama 12 April 1975, Partai Salamah tetap menempatkan kader-kadernya dalam berbagai lembaga sipil negara dan swasta hingga terjadi krisis internal pada koalisi tersebut. Namun, Selama momentum koalisi tersebut, Partai Salamah telah berhasil memanfaatkannya untuk menambah jumlah lembaga studi dan penghafal Al-Qur’an serta sekolah yang mencetak imam dan khotib yang meningkat hingga berjumlah 376 sekolah. Perjuangan selanjutnya dilanjutkan oleh Partai Refah dan Partai Fadhilah hingga akhirnya Partai AKP yang meraih kesuksesan pada pemilu tahun 2002 lalu. Kesuksesan ini tidak lepas dari penempatan kader-kader yang telah dilakukan oleh Partai Salamah sejak awal. Begitu pula dengan lembaga militer Turki yang dikenal sebagai pelindung setia sistem negara sekuler dan doktrin Kemal Ataturk dari ancaman dalam dan luar. Kebijakan yang dilakukan adalah dengan menempatkan kader-kader Islam di tubuh militer tanpa melalui konfrontasi. Kebijakan ini sudah dimulai sejak tahun 1960an ketika karangan ulama terkemuka Turki, Sheikh Said Al-Nursi, disebarkan ke akademi militer Turki. Selain itu, pendekatan pun dilakukan partai-partai Islam dengan lembaga militer. Hal yang sama terjadi dengan lembaga kepolisian. Para aktivis Islam merekrut para pelajar cerdas yang kemudian ditempatkan di rumah-rumah mereka tanpa biaya. Para pelajar tersebut kemudian didaftarkan pada akademi kepolisian untuk menjadi kader-kader Islam masa depan yang dapat melakukan Islamisasi pada lembaga tersebut.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: