Manajemen Waktu, Kebutuhan Mutlak Bagi Seorang Aktivis

15 03 2009

Evan’s Blog (Manajemen Waktu)

Dalam kehidupan di dunia kampus tentu bukan menjadi sesuatu yang asing bagi kita ketika mendengar kata “Aktivis”. Dunia kampus adalah tempat simulasi bagi mahasiswa sebelum nantinya kembali ke masyarakat. Dari dunia kampus tumbuh para organisator dan pemimpin organisasi yang mempunyai agenda kegiatan yang cukup padat dalam kesehariannya. Para organisator inilah yang dimaksud dengan aktivis. Karena mendapatkan amanah di beberapa organisasi di kampus, seorang aktivis tentu memiliki tanggung jawab yang lebih dibandingkan mahasiswa pada umumnya. Di dalam organisasi para aktivis belajar melatih jiwa kepemimpinan mereka, mempengaruhi dan menggerakkan orang lain, mengatur jalannya sebuah kegiatan atau organisasi, membuat sebuah perubahan dari sistem yang dianggap belum mencapai level ideal, memahami alur birokrasi, bersosialisasi dengan masyarakat di dalam dan di luar kampus, serta mengkritisi setiap kebijakan pemerintah. Dari uraian tadi, dapatlah kita tarik satu benang merah bahwa seorang aktivis pastinya memiliki kesibukan yang cukup padat. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah bagian dari pengejawantahan 4 peran dan fungsi sentral seorang mahasiswa yang sering kita dengar yaitu “Agent of change, Social control, Iron stock, Moral force”. Agar 4 peran dan fungsi ini terpenuhi tentu seorang mahasiswa yang mendapatkan gelar aktivis ini harus mengorbankan sebagian dari pikiran, tenaga, materi, serta hal yang paling penting adalah waktu. Waktu adalah salah satu aset paling berharga yang dimiliki oleh seorang manusia. Waktu yang dimiliki oleh aktivis mahasiswa bukan tidak tak terbatas. Oleh karena itu, sebagai seorang mahasiswa harus dapat memanajemen waktu yang dia miliki dengan baik agar dapat digunakan seefektif dan seefisien mungkin untuk memenuhi kebutuhannya sebagai pelajar di dunia perkuliahan maupun sebagai organisator di dunia organisasi kampus.

Sebenarnya, seorang mahasiswa yang mempunyai kebutuhan sebagai pelajar di dunia perkuliahan sendiri pun harus memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik. Dia harus dapat membagi waktunya untuk belajar, mereview mata kuliah yang baru saja dia dapatkan, menyelesaikan tugas kuliah, mengerjakan praktikum, persiapan quiz dan ujian, serta banyak-banyak mencari informasi perkembangan terkini di bidangnya untuk memperluas wawasan bidang keahliannya. Nah, sekarang bisa dilihat bagaimana sibuknya menjadi seorang pelajar. Tentu saja untuk memenuhi semua itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tidak jarang seorang mahasiswa sampai harus lembur dan tidur di laboratorium untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen. Begitu kompleksnya kehidupan mahasiswa normal. Sekarang, apakah yang akan terjadi jika kebutuhan mahasiswa sebagai pelajar dan tanggung jawab mahasiswa sebagai organisator tersebut disatukan pada diri seorang aktivis. Sebelum masuk ke pembahasan selanjutnya perlu ditekankan di sini bahwa tidak ada batasan lingkup organisasi tempat aktualisasi bagi seorang aktivis. Organisasi itu dapat memiliki level jurusan seperti himpunan mahasiswa, lembaga dakwah jurusan, pengurus laboratorium, maupun komunitas bidang minat atau keahlian. Level fakultas seperti badan eksekutif mahasiswa fakultas dan legislatif mahasiswa fakultas. Level universitas seperti badan eksekutif mahasiswa, legislatif mahasiswa, lembaga dakwah kampus, unik kegiatan mahasiswa, forum komunikasi kepemanduan. Hingga level nasional seperti pusat komunikasi nasional lembaga dakwah kampus dan  forum komunikasi jurusan atau keahlian tertentu tingkat nasional. Bersatunya peran sebagai seorang pelajar dan organisator dalam diri aktivis tentu menjadi sebuah tanggung jawab yang besar agar kedua peran tersebut dapat berjalan seiring dan sejalan. Dan waktu sebagai aset yang terbatas harus diatur penggunaannya sebaik mungkin sehingga manajemen waktu adalah kebutuhan mutlak yang harus dikuasai oleh seorang aktivis.

Banyak kasus yang terjadi berlatar belakang dari kegagalan seorang aktivis dalam memanajemen waktu yang dia miliki. Kasus ini dapat terjadi mulai dari kegagalan dalam perkuliahan seperti gagal lulus di mata kuliah tertentu dan harus mengulang tahun depan, indeks prestasi rendah atau di bawah rata-rata, hingga keterlambatan dalam kelulusan. Ataupun bisa jadi kegagalan dalam organisasi seperti tidak dapat berkontribusi, tidak dapat mengemban amanah yang dipercayakan kepadanya, kegiatan yang dia kelola tidak berjalan dengan baik karena kurangnya persiapan, organisasi yang dia pimpin terseok-seok karena kurang mendapatkan perhatian dan ayomannya. Kegagalan-kegagalan tersebut adalah karena konflik kepentingan dan prioritas di kedua dunia. Bisa jadi kegagalan hanya terjadi di salah satu atau bahkan kedua-duanya. Kegagalan di kedua dunia aktivis tersebut memang sangat disayangkan sekali. Apalagi, salah satu peran penting seorang aktivis adalah dapat memberikan tauladan yang baik bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya. Dan lagi-lagi, ternyata akar dari semua permasalahan itu adalah karena seorang aktivis belum dapat memanajemen waktu yang dia miliki dengan baik. Jika seorang aktivis memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik tentu saja bukanlah hal yang sulit baginya yang memang sudah terbiasa untuk mengatur orang lain, kegiatan, dan organisasi yang dia pimpin untuk mengatur dirinya sendiri.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

2 responses

16 09 2009
SRI ITA TARIGAN

Mnrt aq pribadi si seorang mhswa itu mah hrs bsa mengatr wkt n prestsi bljRx..
Mk dr it gk usa pacaRan dLu deH..
Ok..

27 09 2009
EVAN

@ Sri
Benar, Setuju sekali mbak. Mahasiswa haruslah jadi contoh yg baik bagi masyarakat. Kelompok elite yg berpendidikan hrs bs mandiri & seimbang dlm mengatur hidupnya. Biar bs berkontribusi & berprestasi.
Tugas utama mahasiswa adalah belajar (akademik & non akademik) bukannya Pacaran. Jadi, Buat tmn2 Mahasiswa yg mw Pacaran Mending Pacarannya setelah Nikah aj ya… he3x… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: