Perjanjian Hudaibiyah Dalam Konteks Kekinian & Kedisinian

3 10 2009

Kajian Islam Kontemporer (Ustadz Musholli)

@ PPSDMS Nurul Fikri Regional 4 Surabaya

Evan’s Blog - Kajian Islam Kontemporer

Beberapa poin yang dapat diambil dari materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :

*      QS. Al-Fath : 1 – 7

Menceritakan kemenangan kaum muslimin dalam fathu makkah ataupun kemenangan atas perjanjian Hudaibiyah.

*      Ketidakadilan di dunia modern terjadi dengan mengatasnamakan kemanusiaan. Kekuatan menentukan mana yang benar dan yang salah. Contoh :

  • HAMAS yang memenangkan pemilu secara demokratis dan didukung rakyat dianggap teroris. Kenapa Arab Saudi yang berbentuk kerajaan tidak dianggap teroris ?
  • Iran dan Korea Utara tidak boleh mengembangkan nuklir tetapi kenapa Israel dibiarkan mengembangkannya ?

*      Amar ma’ruf dan nahi munkar baru bisa efektif jika ada kekuatan. Tanpa kekuatan semua itu hanyalah omong kosong.

*      Pembentukan opini public yang penuh kebohongan (Ghazwul Fikr).

*      Musyawarah dilakukan untuk membentuk koalisi (pada perjanjian Hudaibiyah). 2 pihak berlawanan Makkah (Quraisy) vs. Madinah (Islam). Suku Khuza’ah (Musyrik) ternyata bisa koalisi dengan pihak Madinah.

*      Pada poin-poin klausul perjanjian Hudaibiyah, umat Islam banyak mengalah.

*      Terdapat 4 poin kerugian dalam perjanjian Hudaibiyah.

*      Namun, Nabi yang berpandangan visioner tetap menyetujui perjanjian tersebut meskipun banyak sahabat yang meragukan.

*      2 tahun setelahnya, terbukti bahwa justru banyak sekali keuntungan yang didapatkan umat Islam. Jumlah umat Islam bertambah dari 1.400 menjadi 10.000 orang serta memperkecil front-front yang harus dihadapi dalam ekspansi wilayah Islam.

*      Belajar dari politik keteladanan Islam Turki. Syari’ah tidak hanya simbolik tetapi lebih substansial seperti dicontohkan Erdogan. Hukum potong tangan merupakan bagian dari syari’at tetapi sangat sensitif. Mengapa tidak mengutamakan bagian dari syari’at yang efektif dan bisa dengan mudah menyebar luas.

*      Islam hanya menjadi substruktur global. Penyebabnya :

  • Pemahaman yang salah bahwa Islam itu Syumuliatul Manhaj (manhaj yang sempurna).
  • Pemahaman yang salah bahwa Islam itu Washotiatul Manhaj (manhaj yang moderat).

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: