Proposal TA : Pengklasifikasian & Penomoran Gigi pada Dental Panoramic Radiograph Bagian 1

3 10 2009

USULAN TUGAS AKHIR

1. IDENTITAS PENGUSUL

NAMA : EVAN YOFIYANTO

NRP : 5106100049

DOSEN WALI : AHMAD SAIKHU, S.Si, M.T

2. JUDUL TUGAS AKHIR

2.1.  Judul dalam Bahasa Indonesia :

“Pengklasifikasian & Penomoran Gigi pada Dental Panoramic Radiograph

2.2.  Judul dalam Bahasa Inggris :

Classification & Numbering of Teeth in Dental Panoramic Radiograph

3. LATAR BELAKANG

Forensic radiology adalah bagian dari forensic medicine yang mempelajari tentang pengidentifikasian manusia menggunakan citra radiologi postmortem dari bagian-bagian tubuh yang berbeda termasuk kerangka, tengkorak, dan gigi. Pengidentifikasian dilakukan dengan membandingkan citra postmortem dengan rekaman antemortem dari orang yang hilang untuk menemukan rekaman yang serupa. Secara tradisional, pengidentifikasian berdasarkan gigi bergantung pada informasi seperti gigi yang hilang dan kerja gigi. Saat ini, dengan kemajuan ilmu kedokteran gigi dan perawatan gigi oleh manusia, metode-metode tersebut sudah tidak dapat diandalkan lagi. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengembangkan metode-metode baru dengan menggunakan fitur dental yang tidak terpisahkan untuk pengidentifikasian.

Baru-baru ini, perancangan dan pembuatan automated dental identification system (ADIS) untuk pengidentifikasian manusia dengan menggunakan citra dental X-ray telah dilakukan. Sistem ini bermanfaat dalam kasus-kasus di mana metode biometrik lainnya untuk pembuktian, diantaranya sidik jari dan iris tidak dapat dipakai lagi seperti dalam kasus korban kebakaran. Untuk membuat sebuah sistem yang benar-benar automatis, perlu diekstrak fitur-fitur gigi pada citra dental dari orang yang hilang dan menyimpannya dalam sebuah basis data. Selama penemuan kembali, fitur-fitur untuk setiap gigi pada citra dental yang diproses perlu diekstrak dan dibandingkan dengan yang ada dalam basis data. Jika dilakukan pembatasan pada perbandingan gigi dengan gigi yang memiliki jumlah susunan yang sama, hal ini dapat mengurangi ruang pencarian dan meningkatkan kekuatan sistem.

Terdapat 3 tipe dental radiograph, yaitu citra bitewing, panoramic, dan periapical. Citra bitewing menunjukkan gigi molar dan premolar, citra periapical menyediakan sebuah gambaran dari gigi depan, dan citra panoramic menunjukkan seluruh gigi diantara kedua rahang. Setiap gambaran tersebut dapat digunakan untuk mengekstraksi fitur-fitur yang berbeda untuk pengidentifikasian. Pada tugas akhir ini, akan diterapkan sebuah algoritma untuk pengklasifikasian dan penomoran gigi pada dental panoramic radiograph berdasarkan bentuk dengan pendekatan kontur.

4. TUJUAN

Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah untuk membangun sebuah sistem pengklasifikasian dan penomoran gigi pada dental panoramic radiograph berdasarkan bentuk dengan pendekatan kontur.

5. PERMASALAHAN

Adapun yang menjadi permasalahan utama dalam tugas akhir ini :

  1. Bagaimana melakukan segmentasi pada citra dental panoramic radiograph sehingga didapatkan kontur dari setiap gigi ?
  2. Bagaimana cara mengekstraksi fitur-fitur citra dental panoramic radiograph dan melakukan pre-klasifikasi ?
  3. Bagaimana melakukan pengklasifikasian akhir dan penomoran gigi pada citra dental panoramic radiograph ?

6. RINGKASAN ISI TUGAS AKHIR

Sistem pengklasifikasian dan penomoran gigi pada dental panoramic radiograph bertujuan untuk menyediakan hasil yang dapat digunakan dalam automated dental identification system untuk penggidentifikasian manusia menggunakan citra dental X-ray. Sistem ini dikembangkan karena penggidentifikasian manusia berdasarkan gigi yang dilakukan secara tradisional sudah tidak dapat diandalkan lagi seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran gigi dan perawatan gigi. Pengidentifikasian dilakukan dengan membandingkan citra postmortem dengan rekaman antemortem dari orang yang hilang untuk menemukan rekaman yang serupa.

Sistem pengklasifikasian dan penomoran gigi pada dental panoramic radiograph ini akan mengklasifikasikan gigi ke dalam kategori gigi molar dan premolar. Selain itu, sistem ini juga akan memberikan nomor absolut pada setiap gigi berdasarkan penomoran yang umum digunakan dalam sistem kedokteran gigi.

Sistem ini bekerja dengan 3 langkah utama, yaitu segmentasi gigi, pre-klasifikasi dengan metode Bayesian yang menggunakan Fourier descriptors dari setiap kontur gigi, dan klasifikasi akhir serta penomoran. Tujuan dari langkah segmentasi adalah untuk mendapatkan kontur dari setiap gigi. Metode Bayesian digunakan untuk mengklasifikasikan gigi pada dental panoramic radiograph ke dalam kategori gigi molar dan premolar. Fourier descriptors dari kontur gigi digunakan sebagai fitur dalam pengklasifikasian metode Bayesian. Setelah itu, spatial relation antara 2 tipe gigi tersebut dibandingkan berdasarkan nomor setiap gigi dan dikoreksi klasifikasi yang salah dari beberapa gigi untuk mendapatkan hasil dengan tingkat presisi yang tinggi. Hasil output dari sistem ini adalah citra dental panoramic radiograph yang telah diberikan tanda M untuk gigi Molar dan P untuk gigi Premolar. Pengujian performa sistem dilakukan dengan membandingkan data rekaman gigi yang ada dengan hasil output sistem.

7. BATASAN MASALAH

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka batasan masalah dari tugas akhir ini, yaitu :

  1. Citra input untuk pengklasifikasian dan penomoran gigi adalah citra dental panoramic radiograph yang dipotong sehingga tersisa bagian rahang gigi saja.
  2. Teknik yang digunakan untuk melakukan segmentasi adalah kombinasi metode iterative thresholding dan adaptive thresholding.
  3. Teknik integral projection digunakan untuk memisahkan gigi dari daerah di sekitarnya.
  4. Ekstraksi fitur pada analisis bentuk berdasarkan kontur dilakukan dengan menerapkan metode Fourier descriptors dan shape signature berupa complex coordinates signature dan centroid distance.
  5. Algoritma yang digunakan untuk pengklasifikasian gigi adalah algoritma Bayesian.
  6. Implementasi Algoritma pengklasifikasian dan penomoran gigi pada dental panoramic radiograph ini menggunakan software MATLAB 7.0.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : Kuliah Informatika (kuliahinformatika.wordpress.com)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: