Kapitalisme Dunia Perfilman Indonesia

2 12 2009

Evan’s Blog (Kapitalisme Perfilman Indonesia)

Salah satu sumber hiburan favorit masyarakat saat ini adalah televisi. Dengan semakin hausnya masyarakat akan hiburan televisi, industri perfilman nasional pun mulai menggeliat. Industri perfilman memegang peranan yang sangat penting dalam menyuguhkan film-film bermutu dan mendidik bagi masyarakat. Namun, akhir-akhir ini bisa dilihat bahwa industri perfilman hanya membuat film yang dapat mendatangkan rating tinggi. Rating menjadi satu-satunya patokan kesuksesan film mereka. Semakin tinggi rating yang didapatkan, semakin besar pula keuntungan yang bisa diraih oleh Production house, tempat dimana film-film itu diproduksi, dari para sponsor.

Sebuah Production house terkemuka di tanah air menyuguhkan sebuah kontroversi yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat, bahkan menteri pun harus ikut angkat suara. Maxima Production house  bersama salah seorang pengarang buku sekaligus artis, Radiya Dika, berencana akan membuat sebuah film kontroversial berjudul “Menculik Miyabi”. Dari judulnya saja masyarakat dapat melihat bahwa film ini bercerita tentang Miyabi, salah seorang bintang film porno dari Jepang. Apalagi Maxima akhirnya membuat kontrak dengan benar-benar mendatangkan “Miyabi asli” untuk berperan dalam film tersebut. Hal ini menjadi polemik di masyarakat. Dengan santernya pemberitaan tentang film kontroversial tersebut, nama Miyabi akhirnya menjadi terkenal di masyarakat. Pemberitaan film ini seakan menjadi promosi besar-besaran secara gratis bagi industri film porno di Indonesia. Bayangkan saja, masyarakat yang awalnya tidak mengenal tentang bintang film porno tersebut akhirnya mulai mengenalnya dan menjadi akrab di telinga. Tidak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak SD pun akhirnya akrab dengan nama Miyabi karena seringnya pemberitaan di berbagai media.

Production house tersebut yakin bahwa film tersebut akan booming di masyarakat ketika dirilis. Dalam otak mereka telah terbayangkan betapa banyak keuntungan yang akan diraup ketika banyak masyarakat yang penasaran dan menonton film tersebut. Rating film tersebut akan naik tajam, akan banyak sponsor yang terlibat. Tetapi, pandangan kapitalis seperti itu telah merusak generasi masa depan bangsa ini. Masyarakat menjadi kenal dengan film porno, bahkan santer pemberitaan bahwa adanya indikasi kenaikan permintaan masyarakat akan film porno. Banyak yang penasaran tentang bintang film porno tersebut dan akhirnya mulai mengenal film porno. Sungguh mengenaskan bangsa ini, ketika tidak ada lagi yang malu-malu menyebut nama bintang porno tersebut seakan menjadi salah satu artis terkenal di negeri ini.

Setelah banyak kalangan yang masih peduli dengan nasib generasi penerus negeri ini mengecam film tersebut, akhirnya, Raditya Dika pun menyadari bahwa akibat tindakannya menjadi penyusun skenario dan bahkan berencana menjadi pemain utama film tersebut, telah membawa bencana besar di masyarakat. Dalam beberapa media, dia menyesal dan mengundurkan diri dari pembuatan film tersebut. Alasan yang dia kemukakan adalah dirinya sebagai seorang pengarang buku-buku cerita gokil yang biasa menjadi santapan anak muda, mulai dari anak SD hingga remaja dan sebagai publik figur, telah mengenalkan nama Miyabi yang harusnya tidak pernah mereka dengar sebelumnya. Mengenalkan tentang dunia pornografi dan porno aksi. Namun, production house tersebut masih tetap berencana untuk melanjutkan proyek pembuatan film tersebut. Seperti itulah pengaruh kapitalisme telah benar-benar mendarah daging dalam industri perfilman nasional. Mereka tidak memikirkan akan akibat dari film produksi mereka yang akan beredar luas di tengah masyarakat. Berapa banyak generasi mudah yang akan rusak akhlaknya karena pengaruh film tersebut. Yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana memproduksi film yang dapat mendatangkan keuntungan tinggi dan popularitas di masyarakat.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: