Bosan, Penantian Fresh Graduate sebelum Wisuda

29 10 2010

 Evan’s Blog(Bosan, Penantian Fresh Graduate sebelum Wisuda)

BOSAN, mungkin itu kata yang pantas untuk menggambarkan perasaanku saat ini, Kawan. Ya, memang aku bukan orang yang suka menganggur dan aku mudah bosan dengan keadaan yang tanpa adanya kejelasan masa depan seperti ini.

Hari ini adalah hari Jum’at 12 Maret 2010, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama aku kembali menulis catatan hidupku ini, kalau saja boleh aku menyebutnya Diary. Sepanjang hari ini, aku dan semua peserta PPSDMS Reg 4 Surabaya bekerja keras untuk melaksanakan acara Seminar Nasional tentang Urgensi Kepemimpinan Profetik di Aula ABC Kampus B Universitas Airlangga. Acara ini direncanakan akan menghadirkan Pak Anies Baswedan, Rektor Termuda di negeri ini, Rektor Universitas Paramadina, Intelektual muda Indonesia. Akan tetapi sayang sekali, Beliau akhirnya tidak dapat hadir dan sebagai gantinya beliau menyampaikan materi melalui video yang baru direkam jam 8 tadi pagi. Selain itu, untuk menggantikan kehadiran beliau, diutuslah asisten beliau yang juga alumni PPSDMS, mas Sofwan Al Banna. Mas Sofwan adalah alumni PPSDMS angkatan 1 dari Regional 1 Universitas Indonesia Jakarta. Pantaslah mas Sofwan sekarang ini yang sedang mengambil S3 di Kyoto Jepang, menjadi asistennya. Mas Sofwan memang memiliki banyak prestasi, dari mulai Mawapres Nasional 2006 ketika masih mengambil gelar S1 di Universitas Indonesia hingga Juara 1 dalam St. Gallen Wing of Excellence Award 2009 mengalahkan pesaingnya dari Harvard University dan London Business School ketika masih mengambil S2 di Ritsumeikan University, Kyoto, Jepang. Sungguh pemuda kebanggaan bangsa. Jujur saja aku sangat iri dengan semua prestasinya, Kawan.

Seminar pun dihelat dan Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Termasuk diantaranya aku dapat melaksanakan tugasku dengan baik sebagai operator Lapy yang memiliki tanggung jawab dalam audio visual pada acara tersebut. Berhubung ada iring-iringan musik dan video yang menyertai setiap bagian acara agar menambah semarak suasana. Untuk memainkannya butuh ketepatan waktu agar Feel para peserta seminar dapat dimainkan sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

Kembali pada kata BOSAN tadi. kata BOSAN tidak ada hubungannya sama sekali dengan acara seminar yang seharian ini aku jalani, Kawan. Setelah seminar selesai sore ini, aku kembali ke peraduanku. Melepas lelah, tapi rasa Bosan ini menyeruak. Hilang kesibukan berarti, kembali kepada keadaan semula. Menjadi Pengangguran dengan kegiatan sehari-hari yang tidak menentu. Dari dulu memang aku paling tidak suka menganggur. Bahkan, tahukah kamu, Kawan ? Jika aku mendapatkan libur tanpa kegiatan 3 hari saja, aku bisa “Gila” dalam artian produktivitasku jadi menurun drastis. Aku jadi suka bermalas-malasan dan pikiranku melayang tak karuan. Satu kata yang harus kau ingat Kawan, Menganggur itu Berbahaya. Itulah kenapa, aku suka mencari berbagai kegiatan yang dapat membuatku sibuk dan produktif. Sehingga, aku tidak memikirkan hal-hal yang tidak terlalu penting dan justru akan membuatku semakin terpuruk dalam perasaanku sendiri. Seperti misalnya, merindukan hal-hal yang indah di masa lalu atau merasa ketakutan dengan hal-hal buruk yang ada dipikiranku dan bisa menjadi kenyataan di masa depan. Hal-hal itu memang normal saja, tetapi kalau berlebihan dan tidak terkendali bisa berbahaya. Karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan ketakutan pun tak ada artinya karena mau tidak mau masa depan akan datang.

Sebenarnya, aku tidak sepenuhnya menganggur karena setiap hari aku selalu ada kegiatan walaupun tidak menentu. Entah itu sekedar mencari lowongan kerja ataupun informasi beasiswa. Tapi kenyataan bahwa aku belum mendapatkan pekerjaan dan aktivitas yang teratur ini membuatku merasa BOSAN dan KETAKUTAN jika saja aku tidak bisa segera mendapatkannya. Selasa malam kemarin, salah satu perusahaan yang aku coba tuk melamar menelpon aku dan memberikan kesempatan untuk Final Interview dengan Vice President Directornya di Jakarta. Perusahaan itu adalah sebuah Bank Konvensional dengan Modal Terbesar di Indonesia. Alhamdulillah, setelah melalui seleksi ketat dalam 5 tahap akhirnya aku lolos ke tahap akhir yang berarti 90% akan diterima menjadi pegawai dengan jabatan Officer. Namun, aku memang sejak awal tidak ada niatan untuk bekerja di dunia perbankan, apalagi bank konvensional yang dalam ilmu Fiqih masih ada perbedaan pendapat tentang hukum Riba di dalamnya. Dan inilah salah satu yang membuatku tidak ingin mengambil risiko dengan memakan rizki yang Subhat karena hanya akan membuat hatiku ini tidak tenang. Keputusan itu sudah aku konsultasikan dengan Yang Maha Pemberi Rizki dan aku pun semakin Mantap untuk tidak mengambil kesempatan yang menawarkan gaji dan jabatan yang lumayan prestisius tersebut, Kawan.

Kebosanan itu sungguh-sungguh bukan karena aku merasa menyesal tidak mengambil kesempatan berharga itu. Bahkan, bank tersebut pun masih memberikan kesempatan untuk ikut Final Interview semester depannya lagi. Kebosanan ini hadir karena aku belum mendapatkan karier yang aku inginkan ataupun kesibukan yang bisa mengakomodasi tenaga pikiranku. Kebosanan karena aku memang bukan orang yang sabar menunggu dalam ketidakpastian ini. Kebosanan karena produktivitasku akan segera menurun jika tidak segera mendapatkan tempat yang tepat untuk mengembangkan potensi dan beraktualisasi. Harapanku hanya satu, Kawan. Segera mendapatkan tempat dimana aku bisa Mengabdi dengan sepenuh hati untuk negeri ini dan Mengembangkan Potensi dengan semaksimal mungkin. Semoga Allah mendengarkan Do’aku. Amiiin…

Apa yang biasa kau lakukan ketika sedang Bosan, Kawan ?
Lihatlah yang biasa kulakukan. Mendengarkan musik yang memberi semangat, menonton anime yang memberi motivasi, serta jika masih belum bisa kuatasi, aku biasanya pergi ke Bookstore walaupun tidak untuk beli buku karena budget terbatas. Tetapi aku bisa membaca dengan gratis buku-buku yang penuh inspirasi…
Dan hal yang paling tidak aku sukai adalah Tidur. Kadang ketika rasa itu mencapai klimaks, tidur adalah salah satu solusi untuk menenangkan pikiran. Tapi dengan tidur, produktivitas akan menurun. Lebih baik menggunakan waktu yang ada untuk aktivitas yang lebih berharga dari pada sekedar tidur sepanjang hari.

Berlarilah, hingga Kebosanan itu bosan mengejarmu🙂

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : My Diary (blog.its.ac.id/freax)

[FREAX]


Actions

Information

One response

12 07 2012
Ikaaa

ruuun, till ur boredom catch u🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: