A Walk to Remember by Nicholas Sparks

21 05 2011



Paperback, 224 pages
Published September 1st 2004 by Warner Books (first published October 1st 1999)
ISBN : 0446693804 (ISBN13 : 9780446693806)
Primary language : English
Original title : A Walk to Remember
Characters : Landon Carter, Jamie Sullivan
Setting : Beaufort, North Carolina (United States)
Literary awards : Iowa High School Book Award (2004)

Aku sudah pernah nonton film ~ A Walk to Remember ~ saat kuliah dulu. 2-3 tahun yang lalu. Bagus, mengharukan. Apalagi dibalut dengan soundtrack Mandy Moore ~ Cry & Only Hope ~. Film memang tidak selalu sama persis dengan novelnya. Dalam hal ini, menurutku filmnya lebih dramatis daripada novel. Mungkin karena efek support visual – audio kali ya…🙂

Jika sudah nonton film, dengerin soundtrack, tapi belum baca novel kayaknya ada yang kurang lengkap. Ada detail-detail dalam novel yang tidak ditampilkan pada film.

Dalam novel ini, kita bisa lebih menyelami kehidupan Landon Charter sebelum jatuh hati pada Jamie Sullivan. Pada chapter-chapter awal terlihat konyol ketika bercerita tentang ‘kenakalan’ Landon. Sewaktu kecil Landon suka mengolok-olok ayah Jamie yang berprofesi sebagai pastur. Eh, saat remaja Landon malah jatuh hati sama anaknya. Kena batunya deh. hehe…

Trigger-nya adalah ketika Landon & Jamie jadi pasangan aktor dalam pementasan drama. Landon baru mengaku kalau dia jatuh cinta di chapter 10 dari total 13 chapter. Hmm, lama banget ya prosesnya.
I think it’s all about the pride of a man, or ego. may be yes, may be no🙂

3 chapter terakhir bercerita tentang sakit yang diderita Jamie, Leukimia, yang tidak mungkin disembuhkan. Yang unik, orang-orang yang dulunya menganggap Jamie ‘aneh’, setelah mendengar kabar itu mereka menjadi bersimpati. Tragis memang. Jamie is such a good person. although she has a different faith other than me.

1 hal penting yang bisa kita pelajari dari Jamie adalah prasangka baiknya kepada Tuhan. Dia selalu percaya bahwa di balik setiap kejadian, selalu ada Rencana Besar Tuhan. Sehingga membuat kita bersyukur & mengambil makna dari setiap kejadian.

Baru pada chapter 13 tertulis juga judul novel ini ~ in every way, a walk to remember ~ moment-moment terakhir kehidupan Jamie saat berusaha berjalan menuju pelaminan untuk menikah dengan Landon meskipun dalam keadaan sekarat. Mungkin dari sinilah title novel ini diambil.
Salut buat Landon atas kesetiaan dan ketulusannya.

Posted By : Evan Yofiyanto @ Evan’s Blog : Kuliah Informatika (kuliahinformatika.wordpress.com)

[FREAX]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: